Foto di Instagram Kini Bisa Di-zoom

Instagram akhirnya menyematkan fitur zoom untuk memperbesar foto pada linimasa pengguna. Hal tersebut diumumkan melalui akun Twitter resmi @instagram.

View image on Twitter
View image on Twitter
Follow
Instagram ✔ @instagram
Today we’re bringing ZOOM to Instagram on iOS! Pinch to zoom on photos & videos in feed, on profiles and on Explore
10:00 PM – 31 Aug 2016
8,298 8,298 Retweets 8,730 8,730 likes

Seperti yang tertera pada pengumuman, fitur zoom untuk sementara baru tersedia bagi pengguna iOS. Pengoperasiannya pun sederhana, layaknya memperbesar gambar di galeri ponsel, yakni dengan cara “mencubit” layar (pinch to zoom).

Pengguna cukup membuat gestur pijitan dua jari pada layar. Pijitan ke luar untuk memperbesar, dan pijitan ke dalam untuk memperkecil gambar/video.

Pengguna harus menahan pijitan itu di layar agar gambar/video tak kembali ke ukuran semula, sebagaimana dilaporkan TheNextWeb dan dihimpun KompasTekno, Kamis (1/9/2016).

Bukan cuma untuk foto di linimasa, fitur zoom juga bisa dimanfaatkan untuk memperbesar frame video, profil, dan konten pada laman Explore. Tujuannya agar pengguna bisa melihat detail sebuah konten visual.

Fitur teranyar ini digadang-gadang merupakan upaya Instagram untuk menjadikan platform-nya sebagai wadah para fotografer profesional, dibandingkan hanya untuk kebutuhan media sosial.

Seperti yang sudah-sudah, pengguna Android harus lebih sabar menunggu hingga beberapa minggu ke depan. Sementara itu, Instagram tak menyebut kapan update ini diberikan untuk penggunanya di platform Windows.

Advertisements

Insiden Kedua Galaxy Note 7 dan Penundaan Pengiriman

Kurang dari seminggu, insiden terbakarnya Galaxy Note 7 kembali terjadi di China. Sama seperti sebelumnya, kejadian ini terjadi saat phablet yang baru saja diluncurkan Samsung tersebut terbakar saat sedang di-charge atau diisi ulang daya baterainya.

“Ponsel teman saya (yang terbakar). Karyawan Samsung sudah datang menemuinya dan mereka membicarakan tentang kompensasi dari Samsung,” ujar seorang netizen China di platform Kakao Story, dikutip KompasTekno dari Business Korea, Kamis (1/9/2016).

Baca: Sedang Di-charge, Galaxy Note 7 Hangus Terbakar

Business Korea
Galaxy Note 7 yang terbakar di China.
Foto Galaxy Note 7 yang dimaksud pun beredar di dunia maya. Foto itu memperlihatkan perangkat Galaxy Note 7 yang hangus terbakar di salah satu sisinya.

Laporan menyebutkan perangkat tersebut sedang di-charge menggunakan kabel konverter microUSB-USB Type C.

Galaxy Note 7 memang dibekali dengan konektor USB Type-C yang tergolong baru. Pengguna yang tidak memiliki charger dengan port USB Type-C akan kesulitan untuk mengisi ulang daya baterainya.

Untuk itu, diperlukan adaptor atau konverter USB Type-C ke microUSB yang lebih umum dipakai saat ini dan banyak tersedia.

Namun, tidak diketahui apakah pemilik Galaxy Note 7 itu menggunakan adaptor microUSB-USB Type C resmi atau buatan pihak ketiga. Samsung sendiri menyertakan konverter tersebut dalam paket penjualannya.

Setelah terjadi dua insiden dalam seminggu, netizen China pun khawatir jika peristiwa ini akan kembali terulang. Sebagian berpendapat pengguna harus berhati-hati saat mengisi ulang baterai atau setidaknya meletakkannya jauh-jauh.

Sebagian lagi meragukan insiden tersebut. Pasalnya, kerusakan Galaxy Note 7 kali ini mirip dengan foto yang beredar sebelumnya.

Meski demikian, mereka sepakat bahwa untuk memastikan supaya tidak terjadi insiden kembali, lebih baik menggunakan aksesori resmi.

Galaxy Note 7 ditunda

Samsung telah mengumumkan penundaan pengiriman Galaxy Note 7 di wilayah Eropa dan Asia, termasuk Indonesia. Galaxy Note 7 awalnya dipatok pada 1 September sudah bisa diterima para pemesan awal di Indonesia. Kemudian diumumkan tertunda hingga 17 September.

Baca: Galaxy Note 7 Tertunda di Indonesia, Samsung Siapkan Kompensasi

Alasan penundaan tersebut, menurut Samsung, mereka harus melakukan langkah-langkah “quality control” pada phablet Android tersebut.
“Pengapalan Galaxy Note 7 ditunda karena harus dilakukan pengujian-pengujian tambahan untuk memastikan kualitas produk,” sebut juru bicara Samsung dalam sebuah pernyataan yang dirangkum KompasTekno dari Reuters, Kamis (1/9/2016).

Samsung tidak menjelaskan lebih jauh apa persisnya masalah yang coba dipecahkan lewat “quality control” dimaksud. Samsung juga tidak memberikan komentar apakah pengujian tambahan tersebut terkait dengan dua kasus terbakarnya Galaxy Note 7.

Indosat Jalan Terus dengan Tarif Baru Interkoneksi

Indosat akan tetap memakai skema tarif interkoneksi baru, meskipun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membatalkan surat edaran (SE) yang sudah dikirimkan.

“Kami jalan terus. Tarifnya bisa business to business dengan yang sepakat. Selain itu tidak ada surat penundaan atau pembatalan SE yang kami terima,” tegas CEO Indosat Alexander Rusli saat bincang dengan KompasTekno, Kamis (1/9/2016).

“Dengan yang tidak sepakat, kami bisa pakai tarif lama,” imbuhnya.

Alex menambahkan SE tersebut langsung berlaku begitu diresmikan dan dikirimkan kepada seluruh operator. Ia juga berpendapat, jika ada penundaan atau pembatalan, mestinya pemerintah mengirimkan surat resmi terkait hal tersebut.

Dijelaskan Alex, interkoneksi merupakan urusan business to business antar operator. Posisi SE tersebut hanyalah sebagai acuan saja.

Misalnya, saat ada operator yang memasang tarif interkoneksi di atas acuan, maka Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan mempertanyakan pertanggungjawabannya.

Apabila operator tetap ngotot memasang tarif yang lebih tinggi, hal tersebut dikatakan tetap sah. Asalkan operator dapat mempertanggungjawabkan tarif tersebut dan mencapai kata sepakat dengan operator lain.

Tapi bila kedua operator sama-sama sepakat memakai tarif tertentu, maka seharusnya tidak ada masalah dari segi hukum.

Kemenkominfo pada Selasa (2/8/2016) lalu merilis SE No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016 yang isinya mengumumkan hasil perhitungan tarif interkoneksi baru. Di dalamnya tercantum penurunan rata-rata 26 persen pada 18 skenario panggilan seluler, baik telepon maupun SMS.

SE tersebut mestinya berlaku pada hari ini, Kamis (1/9/2016). Namun Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Noor Iza menyatakan bahwa kementerian memutuskan menunda pemberlakuan perhitungan baru itu.

Alasannya, menyesuaikan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Alasan lainnya, belum semua operator mengumpulkan dokumen penawaran interkoneksi (DPI).

DPI yang kurang

DPI ini merupakan dokumen yang merinci perjanjian, tarif, dan layanan interkoneksi milik suatu operator. Kemenkominfo, saat mengumumkan SE perhitungan interkoneksi baru, juga meminta operator mengumplkan DPI dengan tenggat waktu 1 September 2016.

Soal DPI ini, menurut Alex, Indosat sudah menyerahkannya. Begitu juga dengan beberapa operator lain.

“Kami (Indosat) sudah menyerahkan DPI, begitu juga XL, Hutchison Tri Indonesia, Smartfren,” ujarnya.

Sebelumnya, Noor mengatakan ada operator yang belum siap menyerahkan DPI dengan alasan masih melakukan penghitungan. Namun tidak dijelaskan operator mana yang dimaksud.

Galaxy Note 7 Tertunda karena Pengujian Tambahan

Di tengah-tengah tingginya angka permintaan pasar terhadap Galaxy Note 7, Samsung terpaksa menunda pengiriman smartphone terbaru itu lantaran harus melakukan langkah-langkah “quality control”.

“Pengapalan Galaxy Note 7 ditunda karena harus dilakukan pengujian-pengujian tambahan untuk memastikan kualitas produk,” sebut juru bicara Samsung dalam sebuah pernyataan yang dirangkum KompasTekno dari Reuters, Kamis (1/9/2016).

Kiriman Galaxy Note 7 ke tiga operator seluler terbesar di Korea Selatan, yakni SK Telecom, LG UPlus, dan KT Corp dilaporkan terhenti.

Samsung tidak menjelaskan lebih jauh apa persisnya masalah yang coba dipecahkan lewat “quality control” dimaksud. Yang jelas, beberapa kasus Galaxy Note 7 yang terbakar saat sedang terhubung ke charger telah dilaporkan terjadi di China. Kejadian serupa juga menimpa sejumlah pemilik di Korea Selatan.

Belum diketahui juga apakah pengiriman ke negara lain di luar Korsel akan ikut terdampak dengan adanya “quality control” tambahan ini atau tidak.

Yang jelas, kedatangan Galaxy Note 7 di beberapa wilayah pasar memang mengalami penundaan termasuk di wilayah Eropa, Asia, juga Indonesia.

Di Tanah Air, pihak Samsung Indonesia memundurkan tanggal pengambilan unit Galaxy Note 7 untuk konsumen yang telah melakukan pre order, dari tanggal 1 September menjadi 17 September.

Baca: Galaxy Note 7 Tertunda di Indonesia, Samsung Siapkan Kompensasi

Hal ini disebabkan oleh tingginya minat pasar terhadap Galaxy Note 7 yang jauh melebihi ekspektasi Samsung. Pabrikan Negeri Ginseng itu pun kesulitan memenuhi permintaan untuk menjaga momentum Galaxy Note 7.

Dropbox Diretas, 68 Juta “Password” Bocor

Data username dan password dari 68 juta pengguna Dropbox telah dicuri oleh hacker yang meretas sistem internal layanan cloud storage itu.

Kejadian hacking yang dimaksud sebenarnya sudah terjadi bertahun-tahun lalu pada 2012, tapi baru belakangan ini skalanya diketahui, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Cnet, Kamis (1/9/2016).

Minggu lalu, Dropbox menyatakan telah me-reset password pengguna yang belum mengganti kata kunci akunnya sejak 2012.

Langkah ini diharapkan bisa melindungi akun pengguna dari intipan hacker yang memperoleh bocoran data dari peretasan tersebut.

“Kami bisa konfirmasikan bahwa password reset yang dilakukan pekan lalu itu telah mencakup semua pengguna yang bisa terdampak,” ujar Head of Trust and Security Dropbox, Patrick Heim.

“Kami melakukannya sebagai pencegahan, supaya password lama dari pertengahan 2012 ke belakang tidak bisa lagi dipakai mengakses akun Dropbox tanpa izin,” imbuhnya.

Sejauh ini belum ada tanda-tanda data curian dari tahun 2012 itu telah dipakai untuk membobol akun pengguna Dropbox.

Sebanyak 32 juta dari 68 juta data username dan password yang dicuri tersebut diamankan dengan hashing function crypt yang sulit dibongkar, namun sebagian lainnya hanya memakai algoritma SHA-1 yang lebih rawan.

Dropbox mengimbau pengguna yang memakai password sama (dengan akun Dropbox) di layanan lain agar mengganti kata kuncinya, demi menjaga keamanan.

Apple Watch Bakal Berganti Nama?

Generasi kedua Apple Watch kabarnya bakal berganti nama. Kabar yang beredar, ia akan memiliki nama baru, yakni iWatch.

Hal tersebut diketahui dari bocoran dokumen aplikasi dagang di Asia yang rumornya sudah diteken pekan lalu.

Jika benar, lini arloji pintar Apple bakal mengikuti penamaan produk Apple lain yang selalu mematrikan huruf “i” di depan. Produk-produk itu terbukti sukses di pasaran, sebut saja iPhone, iPod, iMac, dan iPad yang juga sempat berjaya.

Lantas, kenapa tak dari awal Apple menamakan “iWatch”? Menurut sumber dalam, Apple telah mendaftarkan nama iWatch ke beberapa negara sejak 2013 lalu, sebagaimana dilaporkan PhoneArena dan dihimpun KompasTekno, Kamis (1/9/2016).

Namun, ada sebuah perusahaan bernama OMG Electronics yang lebih dulu menggunakan nama iWatch untuk produk arloji pada September 2012. Produk tersebut sempat menggelar penggalangan dana lewat situs Indiegogo dan berakhir tak memuaskan.

Kini, untuk peluncuran arloji pintar Apple generasi kedua, nama iWatch agaknya sudah bisa digunakan. Isu pergantian nama ini belum dikonfirmasi Apple. Benar atau tidaknya bisa diketahui dalam beberapa hari ke depan.

Selain soal nama, ada beberapa spesifikasi Watch generasi kedua yang sudah beredar di ranah maya. Menurut analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo, Apple bakal menelurkan dua varian Watch.

Salah satunya yang lebih premium memiliki GPS dan barometer. Sementara itu, varian lainnya masih harus bergantung pada sinkronisasi dengan iPhone.

Kedua model, kata Kuo, bakal meningkat dari segi kemampuan terhadap air alias waterproof, ketahanan baterai, dan kecepatan prosesor.

ZTE Rilis Warp 7, Android RAM 2 GB Rp 1 Jutaan

Vendor ponsel China, ZTE merilis smartphone Android Warp 7 untuk pasar Australia awal September ini. Apa istimewanya perangkat yang satu ini?

Android ZTE Warp 7 meski menyasar segmen menengah ke bawah, memiliki spesifikasi yang di atas rata-rata ponsel sekelasnya.

Dengan banderol harga 99,9 dollar AS (sekitar Rp 1,3 juta), pengguna mendapatkan smartphone 5,5 inci dengan layar HD 720p, RAM 2 GB, baterai kapasitas 3.080 mAh, dan kamera belakang 13 megapiksel lengkap dengan lampu flash.

Selain itu, ZTE Warp 7 mengusung prosesor 64-bit quad-core 1,2 GHz dari Qualcomm, memiliki penyimpanan internal 16 GB yang bisa diekspansi menggunakan kartu microSD, dan menjalankan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow.

“Konsumen terus menunggu produk Warp baru setiap tahun, dan kami dengan bangga merilis ZTE Warp 7,” ujar Lixin Cheng, Chairman sekaligus CEO ZTE AS, dikutip KompasTekno dari Business Wire, Kamis (1/9/2016).

“Kami berupaya untuk terus membuat dan meningkatkan smartphone premium yang terjangkau,” imbuh Cheng.

Memang jarang ponsel seharga Rp 1 juta-an yang memiliki spesifikasi RAM di atas 1 GB. ZTE nampaknya bermain di segmen kelas bawah dengan menawarkan spesifikasi di atas ponsel-ponsel lain di kelasnya.

Belum diketahui apakah ZTE akan memasarkan lini Warp 7 ini ke pasar Indonesia atau tidak.