Indosat Jalan Terus dengan Tarif Baru Interkoneksi

Indosat akan tetap memakai skema tarif interkoneksi baru, meskipun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membatalkan surat edaran (SE) yang sudah dikirimkan.

“Kami jalan terus. Tarifnya bisa business to business dengan yang sepakat. Selain itu tidak ada surat penundaan atau pembatalan SE yang kami terima,” tegas CEO Indosat Alexander Rusli saat bincang dengan KompasTekno, Kamis (1/9/2016).

“Dengan yang tidak sepakat, kami bisa pakai tarif lama,” imbuhnya.

Alex menambahkan SE tersebut langsung berlaku begitu diresmikan dan dikirimkan kepada seluruh operator. Ia juga berpendapat, jika ada penundaan atau pembatalan, mestinya pemerintah mengirimkan surat resmi terkait hal tersebut.

Dijelaskan Alex, interkoneksi merupakan urusan business to business antar operator. Posisi SE tersebut hanyalah sebagai acuan saja.

Misalnya, saat ada operator yang memasang tarif interkoneksi di atas acuan, maka Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan mempertanyakan pertanggungjawabannya.

Apabila operator tetap ngotot memasang tarif yang lebih tinggi, hal tersebut dikatakan tetap sah. Asalkan operator dapat mempertanggungjawabkan tarif tersebut dan mencapai kata sepakat dengan operator lain.

Tapi bila kedua operator sama-sama sepakat memakai tarif tertentu, maka seharusnya tidak ada masalah dari segi hukum.

Kemenkominfo pada Selasa (2/8/2016) lalu merilis SE No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016 yang isinya mengumumkan hasil perhitungan tarif interkoneksi baru. Di dalamnya tercantum penurunan rata-rata 26 persen pada 18 skenario panggilan seluler, baik telepon maupun SMS.

SE tersebut mestinya berlaku pada hari ini, Kamis (1/9/2016). Namun Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Noor Iza menyatakan bahwa kementerian memutuskan menunda pemberlakuan perhitungan baru itu.

Alasannya, menyesuaikan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Alasan lainnya, belum semua operator mengumpulkan dokumen penawaran interkoneksi (DPI).

DPI yang kurang

DPI ini merupakan dokumen yang merinci perjanjian, tarif, dan layanan interkoneksi milik suatu operator. Kemenkominfo, saat mengumumkan SE perhitungan interkoneksi baru, juga meminta operator mengumplkan DPI dengan tenggat waktu 1 September 2016.

Soal DPI ini, menurut Alex, Indosat sudah menyerahkannya. Begitu juga dengan beberapa operator lain.

“Kami (Indosat) sudah menyerahkan DPI, begitu juga XL, Hutchison Tri Indonesia, Smartfren,” ujarnya.

Sebelumnya, Noor mengatakan ada operator yang belum siap menyerahkan DPI dengan alasan masih melakukan penghitungan. Namun tidak dijelaskan operator mana yang dimaksud.

Galaxy Note 7 Tertunda karena Pengujian Tambahan

Di tengah-tengah tingginya angka permintaan pasar terhadap Galaxy Note 7, Samsung terpaksa menunda pengiriman smartphone terbaru itu lantaran harus melakukan langkah-langkah “quality control”.

“Pengapalan Galaxy Note 7 ditunda karena harus dilakukan pengujian-pengujian tambahan untuk memastikan kualitas produk,” sebut juru bicara Samsung dalam sebuah pernyataan yang dirangkum KompasTekno dari Reuters, Kamis (1/9/2016).

Kiriman Galaxy Note 7 ke tiga operator seluler terbesar di Korea Selatan, yakni SK Telecom, LG UPlus, dan KT Corp dilaporkan terhenti.

Samsung tidak menjelaskan lebih jauh apa persisnya masalah yang coba dipecahkan lewat “quality control” dimaksud. Yang jelas, beberapa kasus Galaxy Note 7 yang terbakar saat sedang terhubung ke charger telah dilaporkan terjadi di China. Kejadian serupa juga menimpa sejumlah pemilik di Korea Selatan.

Belum diketahui juga apakah pengiriman ke negara lain di luar Korsel akan ikut terdampak dengan adanya “quality control” tambahan ini atau tidak.

Yang jelas, kedatangan Galaxy Note 7 di beberapa wilayah pasar memang mengalami penundaan termasuk di wilayah Eropa, Asia, juga Indonesia.

Di Tanah Air, pihak Samsung Indonesia memundurkan tanggal pengambilan unit Galaxy Note 7 untuk konsumen yang telah melakukan pre order, dari tanggal 1 September menjadi 17 September.

Baca: Galaxy Note 7 Tertunda di Indonesia, Samsung Siapkan Kompensasi

Hal ini disebabkan oleh tingginya minat pasar terhadap Galaxy Note 7 yang jauh melebihi ekspektasi Samsung. Pabrikan Negeri Ginseng itu pun kesulitan memenuhi permintaan untuk menjaga momentum Galaxy Note 7.

Dropbox Diretas, 68 Juta “Password” Bocor

Data username dan password dari 68 juta pengguna Dropbox telah dicuri oleh hacker yang meretas sistem internal layanan cloud storage itu.

Kejadian hacking yang dimaksud sebenarnya sudah terjadi bertahun-tahun lalu pada 2012, tapi baru belakangan ini skalanya diketahui, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Cnet, Kamis (1/9/2016).

Minggu lalu, Dropbox menyatakan telah me-reset password pengguna yang belum mengganti kata kunci akunnya sejak 2012.

Langkah ini diharapkan bisa melindungi akun pengguna dari intipan hacker yang memperoleh bocoran data dari peretasan tersebut.

“Kami bisa konfirmasikan bahwa password reset yang dilakukan pekan lalu itu telah mencakup semua pengguna yang bisa terdampak,” ujar Head of Trust and Security Dropbox, Patrick Heim.

“Kami melakukannya sebagai pencegahan, supaya password lama dari pertengahan 2012 ke belakang tidak bisa lagi dipakai mengakses akun Dropbox tanpa izin,” imbuhnya.

Sejauh ini belum ada tanda-tanda data curian dari tahun 2012 itu telah dipakai untuk membobol akun pengguna Dropbox.

Sebanyak 32 juta dari 68 juta data username dan password yang dicuri tersebut diamankan dengan hashing function crypt yang sulit dibongkar, namun sebagian lainnya hanya memakai algoritma SHA-1 yang lebih rawan.

Dropbox mengimbau pengguna yang memakai password sama (dengan akun Dropbox) di layanan lain agar mengganti kata kuncinya, demi menjaga keamanan.

Apple Watch Bakal Berganti Nama?

Generasi kedua Apple Watch kabarnya bakal berganti nama. Kabar yang beredar, ia akan memiliki nama baru, yakni iWatch.

Hal tersebut diketahui dari bocoran dokumen aplikasi dagang di Asia yang rumornya sudah diteken pekan lalu.

Jika benar, lini arloji pintar Apple bakal mengikuti penamaan produk Apple lain yang selalu mematrikan huruf “i” di depan. Produk-produk itu terbukti sukses di pasaran, sebut saja iPhone, iPod, iMac, dan iPad yang juga sempat berjaya.

Lantas, kenapa tak dari awal Apple menamakan “iWatch”? Menurut sumber dalam, Apple telah mendaftarkan nama iWatch ke beberapa negara sejak 2013 lalu, sebagaimana dilaporkan PhoneArena dan dihimpun KompasTekno, Kamis (1/9/2016).

Namun, ada sebuah perusahaan bernama OMG Electronics yang lebih dulu menggunakan nama iWatch untuk produk arloji pada September 2012. Produk tersebut sempat menggelar penggalangan dana lewat situs Indiegogo dan berakhir tak memuaskan.

Kini, untuk peluncuran arloji pintar Apple generasi kedua, nama iWatch agaknya sudah bisa digunakan. Isu pergantian nama ini belum dikonfirmasi Apple. Benar atau tidaknya bisa diketahui dalam beberapa hari ke depan.

Selain soal nama, ada beberapa spesifikasi Watch generasi kedua yang sudah beredar di ranah maya. Menurut analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo, Apple bakal menelurkan dua varian Watch.

Salah satunya yang lebih premium memiliki GPS dan barometer. Sementara itu, varian lainnya masih harus bergantung pada sinkronisasi dengan iPhone.

Kedua model, kata Kuo, bakal meningkat dari segi kemampuan terhadap air alias waterproof, ketahanan baterai, dan kecepatan prosesor.

ZTE Rilis Warp 7, Android RAM 2 GB Rp 1 Jutaan

Vendor ponsel China, ZTE merilis smartphone Android Warp 7 untuk pasar Australia awal September ini. Apa istimewanya perangkat yang satu ini?

Android ZTE Warp 7 meski menyasar segmen menengah ke bawah, memiliki spesifikasi yang di atas rata-rata ponsel sekelasnya.

Dengan banderol harga 99,9 dollar AS (sekitar Rp 1,3 juta), pengguna mendapatkan smartphone 5,5 inci dengan layar HD 720p, RAM 2 GB, baterai kapasitas 3.080 mAh, dan kamera belakang 13 megapiksel lengkap dengan lampu flash.

Selain itu, ZTE Warp 7 mengusung prosesor 64-bit quad-core 1,2 GHz dari Qualcomm, memiliki penyimpanan internal 16 GB yang bisa diekspansi menggunakan kartu microSD, dan menjalankan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow.

“Konsumen terus menunggu produk Warp baru setiap tahun, dan kami dengan bangga merilis ZTE Warp 7,” ujar Lixin Cheng, Chairman sekaligus CEO ZTE AS, dikutip KompasTekno dari Business Wire, Kamis (1/9/2016).

“Kami berupaya untuk terus membuat dan meningkatkan smartphone premium yang terjangkau,” imbuh Cheng.

Memang jarang ponsel seharga Rp 1 juta-an yang memiliki spesifikasi RAM di atas 1 GB. ZTE nampaknya bermain di segmen kelas bawah dengan menawarkan spesifikasi di atas ponsel-ponsel lain di kelasnya.

Belum diketahui apakah ZTE akan memasarkan lini Warp 7 ini ke pasar Indonesia atau tidak.

Soal Interkoneksi, Telkom dan Telkomsel Belum Kirim DPI

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan tinggal dua operator saja yang belum menyerahkan dokumen penawaran interkoneksi (DPI), yaitu Telkom dan Telkomsel.

“Sebagian operator telah sampaikan DPI termasuk terakhir, kemarin, Smartfren,” terang Plt Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Noor Iza kepada awak media, Kamis (1/9/2016).

Sementara itu, XL, Hutchinson Tri Indonesia dan Indosat, saat dihubungi KompasTekno, masing-masing mengatakan telah mengumpulkan DPI.

“(Yang belum menyerahkan) Telkom dan Telkomsel,” lanjut Noor ketika ditanya operator mana yang belum menyerahkan DPI tersebut.

Perubahan tarif ditunda

Saat merilis Surat Edaran (SE) No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016 yang memuat perhitungan baru tarif interkoneksi pada awal Agustus lalu, Kemenkominfo juga meminta seluruh operator untuk menyerahkan DPI paling lambat 1 September 2016.

SE tersebut mencantumkan penurunan rata-rata 26 persen untuk 18 skenario panggilan, baik telepon atau SMS. Salah satunya adalah panggilan telepon yang turun menjadi Rp 204 per menit, dari angka sebelumnya Rp 250 per menit.

Namun hingga awal September ini, masih ada operator yang belum menyerahkan DPI-nya. Pemerintah pun merilis pemberitahuan untuk menunda pemberlakukan perhitungan baru, agar para operator mengacu ke perhitungan lama.

Baca: 5 Surat Keberatan Telkomsel soal Interkoneksi Belum Direspons Kominfo

“Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika telah melakukan komunikasi kepada penyelenggara dan menyampaikan bahwa DPI belum lengkap terkumpul, sehingga penyelenggara dipersilakan menggunakan acuan yang lama,” ujar Noor.

Selain soal DPI, Kemenkominfo juga mengatakan penundaan SE itu sesuai dengan hasil simpulan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (24/8/2016) lalu.

Dalam RDP pertama itu, Komisi 1 meminta agar Menkominfo Rudiantara menunda implementasi tarif interkoneksi baru hingga bicara ke semua operator dan menuntaskan RDP kedua.

Baca: Menkominfo Diminta Pelan-pelan Tangani Keberatan Tarif Interkoneksi

RDP kedua sebelumnya dijadwalkan untuk hari Selasa (30/8/2016). Namun agenda tersebut batal karena berbenturan dengan Sidang Paripurna.

Sebagai gantinya, Komisi 1 DPR akan menjadwalkan pertemuan berikutnya pada pekan depan, setelah Rudiantara selesai melakukan tugas kunjungan ke luar negeri.

Beredar, Bocoran Harga Asus Zenfone 3 di Indonesia

Asus baru akan merilis secara resmi smartphone Android terbarunya, Zenfone 3, di Indonesia pekan depan. Akan tetapi, bocoran harga smartphone Android tersebut sudah beredar di sebuah forum online di Tanah Air.

Berdasarkan diskusi di sebuah thread pada forum tersebut, Asus akan langsung merilis lima varian Zenfone 3. Varian-varian tersebut antara lain Zenfone 3 (standar), Zenfone 3 Deluxe, Zenfone 3 Ultra, Zenfone 3 Max, dan Zenfone 3 Laser.

Kelima varian itu memiliki desain fisik yang sedikit berbeda. Perbedaannya terletak dari segi spesifikasi, fitur, dan desain. Spesifikasi yang paling rendah adalah Zenfone 3 Max, yang dijual dengan banderol harga termurah di antara semua versi.

Baca: Tiga Zenfone 3 Baru Asus Meluncur, Ini Spesifikasinya

Sedangkan, versi teratas dipegang oleh Zenfone 3 Deluxe yang dilengkapi dengan chipset Snapdragon 821, RAM 6 GB, dan media penyimpanan 256 GB. Perangkat yang satu ini dijual dengan harga Rp 12 juta.

Ist
Harga Zenfone 3 yang bocor di dunia maya.
Zenfone 3 baru akan dalam sebuah acara di Bali pada 7 September mendatang dan Asus sendiri belum merilis secara resmi harga perangkat tersebut.

Baca: Menjajal Android RAM 6 GB, Zenfone 3 di Taiwan

Berikut daftar harga Zenfone 3 yang diduga resmi dari Asus seperti dibocorkan oleh sumber.

Zenfone 3

Layar FHD (Full HD 1080p) 5,2 inci, RAM 3 GB/Penyimpanan 32 GB: Rp 4.099.000
Layar FHD 5,2 inci, RAM 4 GB/Penyimpanan 64 GB: Rp 4.399.000
Layar FHD 5,5 inci, RAM 4 GB/Penyimpanan 64 GB: Rp 5.099.000

Zenfone 3 Deluxe

Layar FHD 5,7 inci, Snapdragon 821, RAM 6 GB/Penyimpanan 256 GB: Rp 11.999.000
Layar FHD 5,7 inci Snapdragon 820 RAM 4 GB/Penyimpanan 64 GB: Rp 9.999.000

Zenfone 3 Ultra

Layar FHD 6,8 inci, RAM 4 GB/Penyimpanan 64 GB: Rp 8.099.000

Zenfone 3 Max

Layar HD (High Definition 720p) 5,2 inci, RAM 2 GB/Penyimpanan 16 GB: Rp 2.199.000
Layar HD 5,2 inci, RAM 3 GB/Penyimpanan 32 GB: Rp 2.399.000

Zenfone 3 Laser

Layar FHD 5,5 inci, RAM 4 GB/Penyimpanan 32 GB: Rp 3.399.000

Sekali lagi yang harus diperhatikan, daftar harga Zenfone 3 di atas didapat dari sumber di dunia maya, bukan resmi dari Asus Indonesia. Jadi informasinya bisa saja tidak sesuai dengan banderol resmi yang akan diumumkan Asus pekan depan.

Update: Zenfone 3 resmi diluncurkan pada Rabu (7/9/2016) di Nusa Dua, Bali. Asus pun langsung mengumumkan harga Zenfone 3 di Indonesia. Banderol harganya jika dibanding bocoran ada perbedaan namun ada juga yang sama. Selengkapnya simak di Daftar Harga Resmi Asus Zenfone 3 di Indonesia